Sebuah Catatan dari VIGIL KRISTOLOGUS pada Tour Album Local Heroes!

Pasuruan 25-10-2019

Kali ke-3 KOS ATOS bertandang ke Pasuruan, kali ini kami melepaskan jangkar KOS ATOS di Hi. Jeans Café , yang sebelumnya kami berbincang seru di Radio Ramapati. Hi. Jeans Café tempat yang sangat Heritage, cukup tertutup dan sangat intimate.

Pasuruan termasuk basis dari temankos karena porsonil terbanyak (2 orang) berasal dari Pasuruan. Disini teman-teman selalu menyambut kami dengan hangat, akrab dan sangat syarat kekeluargaan, dari lokasi kami perform hingga selesai kami selalu disambut dengan baik, tak ada perbedaan karena mereka selalu ramah. Teman-teman pasuruan adalah saksi dari perjalanan KOS ATOS dari Album Luta (2016) sampai Local Heroes (2019) mereka selalu memberi energi positif baik terhadap karya-karya KOS ATOS maupun ketika KOS ATOS perform, selalu saja larut dan dapat menghidupkan suasana, respon yang sangat antusias ini yang selalu diidamkan semua musisi ketika perform.

stage hi.jeans cafe
a photo by. vigil kristologus

Pasuruan selalu memberi kenangan yang tak terlupakan, sangat berkesan dan akan selalu aku dirindukan . Tidak ada yang lebih menyenangkan selain melihat orang-orang yang datang ikut bernyanyi, melepaskan sejenak realita kehidupan dan bersama-sama menikmati pertunjukan, terima kasih Pasuruan. Terima kasih Riki “Warlast” , The Laksono , Inidia dan keluarga besar Teater Catur.

____________________________

Probolinggo 26-10-2019

Babat alas kami dalam rangkain Tour Album Local Heroes kali ini adalah Probolinggo. Tang Festival Jeh 2019 membawa kami berlabuh ke Kota Seribu Taman yang masih sangat kental dengan kesenian tradisional dan kebudayaan.

TFC 2019 adalah acara yang digagas oleh para creator keren Kota Probolinggo, selain ada pertunjukan musik, ada juga talkshow oleh nara sumber dibidang kreativitas, dan banyak display produk-produk lokal yang super keren.

Ini adalah kali pertama KOS ATOS perform disini, dan kami memberanikan diri untuk menyajikan karya-karya kami, walaupun kami belum terlalu mengerti dengan “Budaya musik” disini, maksudnya perkembangan seperti apa yang sedang ramai didengar oleh kaula muda ataupun masyarakat disini.

KOS ATOS on stage TFJ 2019
a photo by. vigil kristologus

KOS ATOS dengan gaya musik keroncong yang progressive apakah bisa diterima oleh pendengar ataupun penikmat musik disini? kami hanya menerka-nerka, yang jelas kami harus memberikan malam yang terbaik disini. Walaupun diawal penampilan kami penonton terlihat pasif, mereka tetap terlihat menyimak dan menikmati (minimal mereka tidak langsung balik kanan bubar jalan) hehe, . Dan ternyata, Mukti (Vokal) bisa membawa suasana pertunjukan menjadi akrab antara penonton dan performer, KOS ATOS dengan musik yang santai tapi sedikit serius bisa membuat penonton tetap bertahan dan semakin semangat di 4 lagu terakhir (total lagu 6 lagu).

Lewat karya kami menyampaikan pesan, kami berusaha menabur benih dimanapun kami berada, biarkan benih itu tumbuh seiring berjalannya waktu, termasuk disini (Probolinggo), entah setahun, dua tahun, entah kapan benih itu akan menjadi besar, semoga membawa kebaikan bagi yang menikmatinya.

Terima kasih Amy dan kawan-kawan Ruang Raya, semoga virus-virus kreatifnya tumbuh subur dan menjadi tempat berteduh bagi insan kreatif lainnya .

____________________________

Jember 27-10-2019

Titik terakhir pekan ini, dengan semangat dan tenaga yang tersisa kami tiba di Jember. Kami mendapat energi kembali setelah kami mendatangi Radio Suara Akbar, Radio keren yang masih konsisten mensupport musisi yang datang ke kota Jember.

Di Radio Suara Akbar kami sangat disambut dengan ramah, kami ngobrol dan berbagi cerita disana, dipandu Mbak Amel kami bercerita panjang tentang perjalanan KOS ATOS dan tour album local heroes tentunya.

LIVE on Suara Akbar, Jember

“cukup lama tidak ada event musik disini, termasuk juga musisi yang mampir ke radio, tidak seperti jaman saya dulu, sangat ramai yang berkunjung”, kata salah satu penyiar Radio Hits di Jember ini.

Kami melanjutkan perjalanan untuk mencari “kekuatan” kata yang khas dari Bagus Satrio (Sound Engineer), kami mampir ke rumah rekan kami di Jember, dia adalah Putri.. yang dulu teman dekat Eka Catra (Pemain Cak) , oke skip! :D

KOTA CINEMA MALL, a Photo by. Vigil Kristologus

Setelah semuanya siap, kami menuju KCM (Kota Cinema Mall) Jember untuk perform Bersama Angkasara yang juga tour album perdana mereka bertajuk “Hangkarsa” , kami secara kolektif mengadakan pertunjukan disana.

Acara berjalan dengan lancar dan sukses, penonton sangat menikmati sajian musik yang kami berikan, walau kami sempat mendengar dari seorang sound engineer KCM  disana bahwa “orang Jember kalau mendengarkan musik itu harus  dengan format band, kalau mendengar yang kayak akustik itu kurang, terlalu slow/bikin ngantuk”, tetapi tidak terjadi malam ini, kami dengan alat musik keroncong ternyata mampu menyulut telinga penonton tetap mendengar musik yang KOS ATOS sajikan selama pertunjukan berlangsung.

Jember sama halnya dengan Probolinggo, tempat pertama kali kami bertandang dan memberikan kami pengalaman untuk bisa belajar secara langsung bagaimana kekuatan musik berubah menjadi Bahasa yang dapat menyatukan perbedaan.

Seluruh personil dan Tim Produksi melaksanakan doa bersama menuju Malang

Selesai
____________________________

Tulisan diatas adalah sedikit catatan dari Vigil Kristologus yang ditulis lewat buku kecilnya selama 3 hari untuk www.kosatos.com
____________________________
editor: Fajar Sandy

Posting Komentar

My Instagram