Catatan Kos Atos: Akhirnya, "Yang Namanya" Menemukan Waktunya

Single "Yang Namanya" / Artwork / Release: 30 Juni 2026 [Digital]

Ada lagu yang lahir lalu langsung direkam, ada juga lagu yang harus menunggu bertahun-tahun sampai akhirnya menemukan waktu yang tepat. dan lagu "Yang Namanya" adalah salah satu lagu yang masuk ke kategori kedua.

Resmi dirilis pada 30 Juni 2026, lagu ini sebenarnya sudah menemani perjalanan Kos Atos sejak 2016. Waktu itu Vigil menulisnya sebagai salah satu materi awal ketika kami sedang menyiapkan album debut, berdampingan dengan lagu-lagu lain saat itu seperti "Keroncong Dansa", "Alunan Rindu", "Salam Untuk Desa", "Luta", dan lagu-lagu lainnya (Ada yang udah guide, ada yang draft, ada yang udah rilis, hahaha). 

Lagu ini bahkan beberapa kali kami bawakan di atas panggung dan sempat masuk daftar calon lagu album pertama. Namun entah kenapa, setiap kali proses produksi berjalan, selalu ada lagu lain yang lebih dulu mendapatkan tempat.

Sepuluh tahun berlalu.

Banyak hal berubah. Kami merilis beberapa album, bertemu banyak teman baru, mencatat beberapa momen, dan belajar banyak tentang perjalanan menjadi sebuah band. satu dekade kemudian, anehnya, ketika "Yang Namanya" dirilis, rasanya lagu ini masih tetap relevan ketika didengarkan (bahkan sangat relevan), terutama bagi penulis, atau personil, atau bagi orang-orang disekeliling Kos Atos yang menemani kami tumbuh. 

Mungkin memang ada lagu yang tidak pernah benar-benar terlambat, hanya menunggu waktunya sendiri.

Setelah beberapa pekan lalu kami merilis "Lagu Untukmu" dan ikut berkontribusi lewat "Arutala" di album kompilasi Keroncong Plesiran 1 Dekade, akhirnya kami memutuskan bahwa sekarang adalah saat yang tepat untuk membawa "Yang Namanya" ke telinga lebih banyak orang.

Secara musikal, kami membawa pulang kembali ke warna orkes yang sudah lama menjadi rumah bagi Kos Atos. Buat teman-teman yang pernah mendengar "Kopi" bersama Iksan Skuter, mungkin nuansa itu akan terasa akrab, atau eksplorasi musik yang terinspirasi dari para sesepuh senior seperti OM PMR, Tani Maju, dan berbagai referensi orkes yang selama ini membentuk identitas kami.

Lebih lanjut, lirik lagu ini sendiri bercerita tentang persahabatan, tentang pertemanan yang sering kali momennya banyak dekat dengan kata sederhana, penuh candaan, kadang usil, tetapi selalu menyimpan kehangatan, liriknya seolah ingin menyampaikan pesan yang ringan tanpa harus terdengar menggurui siapapun pendengarnya, dan semoga lagu ini bisa menjadi teman bagi siapa pun yang pernah merasakan arti sebuah hubungan antarmanusia.

Dalam proses rekamannya, kami kembali mendapat bantuan dari Glorianstya yang mengisi keyboard. Seluruh proses recording dilakukan di Creatorix Studio, Malang, sementara mixing dan mastering dikerjakan oleh Eka Catra. Terima kasih untuk semua yang sudah ikut menjadi bagian dari perjalanan lagu ini.

Hari ini, "Yang Namanya" sudah bisa didengarkan di berbagai platform digital, lengkap dengan lyric video yang juga sudah tayang di YouTube Kos Atos Official.

Kami percaya setiap lagu punya jalannya masing-masing, ada yang lahir cepat, ada yang harus menunggu sepuluh tahun, dan yang terpenting, akhirnya lagu ini menemukan rumah barunya: telinga kalian.

Selamat mendengarkan.

— Fajar Sandy, Kos Atos

 


Posting Komentar

My Instagram